Tuesday, 24 December 2013

Makalah Filsat

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Melalui pemikiran filsafat, manusia dimungkinkan dapat melihat kebenaran tentang sesuatu di antara kebenaran-kebenaran yang lain. Hal ini memungkinkan ia mencoba mengambil segala kemungkinan informasi (alternatif), di antara alternatif kebenaran yang ada ketika itu. Dalam filsafat umum ini dapat kita kembangkan apa manfaat dalam mempelajari filsafat umum dan peran filsafat umum tersebut.

B.     Rumusan Masalah  
1.      Apa manfaat mempelajari filsafat umum?
2.      Apa peran dalam filsafat umum tersebut ?












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manfaat Mempelajari Filsafat
Secara umum manfaat mempelajari filsafat adalah untuk membentuk paradigma berfikir yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun secara agama. Paradigma berfikir seseorang sangat mempengaruhi perilakunya, sehingga penyimpangan-penyimpangan perilaku sesungguhnya lebih disebabkan oleh kesalahan berfikir.[1] 
Secara rinci manfaat mempeajari filsafat adalah :
1.      Filsafat dapat mendukung keimanan seseorang sehingga keberagamaannya masuk akal (logis)
2.      Filsafat membantu membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual
3.      Filsafat melatih seseorang untuk berfikir secara tersusun, tertip dan sistematis
4.      Filsafat berguna untuk mempertajam pikiran dan kemampuan analisis
5.      Filsafat dengan berbagai alirannya dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari
6.      Filsafat dapat digunakan sebagai cara pandang dan alat analisis terhadap berbagai problema hidup
7.      Filsafat dapat membantu mempermudah menyelesaikan permasalahan hidup[2]
8.      Dengan belajar filsafat diharapkan akan dapat menambah ilmu pengetahuan, karena dengan bertambahnya ilmu pengetahuan akan bertambah pula cakrawala pemikiran. Sehingga akan dapat membantu menyelesaikan masalah yang selalu kita hadapi dengan cara yang lebih bijaksana
9.      Dasar semua tindakan adalah ide. Sesungguhnya filfasat di dalamnya memuat ide-ide yang fundamental. Ide-ide itulah yang akan membawa manusia kearah suatu kemampuan untuk merentang kesadarannya dalam segala tindakan, sehingga manusia akan dapat lebih hidup, lebih tanggap (peka) terhadap diri dan lingkungan, lebih sadar terhadap hak dan kewajiban
10.  Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kita semakin ditantang dengan memberikan alternatifnya. Di satu sisi kita berhadapan dengan kemajuan teknologi beserta dampak negatifnya, perubahan demikian cepatnya, pergeseran tata nilai, dan akhirnya kita akan semakin jauh dari tata nilai dan moral. Di sisi lainnya, apabila kita tidak berani menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akhirnya kita akan menjadi manusia yang “terbelakang”.[3]
B.     Peran Filsafat
Dalam filsafat ada tiga peran yang telah diperankannya itu, yaitu:
a.       Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Dalam penjara itu, manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal penuh sesak dengan hal-hal serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut. Orang beranggapan bahwa karena segala dongeng dan tahayul itu merupakan bagian yang hakiki dari warisan tradisi nenek moyang, sedang tradisi itu benar dan tak dapat diganggu-gugat, maka dongeng dan tahayul itu pasti benar dan tak boleh diganggu-gugat.
Keadaan tersebut berlangsung cukup lama. Kehadiran filsafat telah mendobrak pintu-pintu dan tembok-tembok tradisi yang begitu tradisi yang begitu sakral dan selama itu tak boleh diganggut-gugat. Kendati pendobrakan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang, kenyataan sejarah telah membuktikan bahwa filsafat benar-benar telah berperan selaku pendobrak yang mencengangkan.[4]
b.      Pembebas
Filfasat bukan sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite itu, melainkan juga merenggut manusia keluar dari dalam penjara itu. Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohannya. Filsafat juga membebaskan manusia dari cara berfikir yang tidak kritis yang membuat manusia mudah menerima kebenaran-kebenaran semu yang menyesatkan. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa filsafat membebaskan manusia dai segala jenis “penjara” yang hendak mempersempit ruang gerak akal budi manusia.[5]
c.       Pembimbing
Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang mistis dan mitis dengan membimbing manusia untuk berfikir secara rasional. Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berfikir secara luas dan lebih mendalam, yakni berfikir secara universal sambil berupaya mencapai kebenaran dan menemukan esensi suatu permasalahan. Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang tidak teratur dan tidak jernih dengan membimbing manusia untuk berfikir secara sistematis dan logis. Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang tak utuh dengan membimbing manusia untuk berfikir secara integral dan koheren.[6]




















BAB III
PENUTUP
Simpulan
Secara umum manfaat mempelajari filsafat adalah untuk membentuk paradigma berfikir yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun secara agama.
Secara rinci manfaat mempeajari filsafat adalah :
1.      Filsafat dapat mendukung keimanan seseorang sehingga keberagamaannya masuk akal (logis)
2.      Filsafat membantu membangun keyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual
3.      Filsafat melatih seseorang untuk berfikir secara tersusun, tertip dan sistematis
4.      Filsafat berguna untuk mempertajam pikiran dan kemampuan analisis
5.      Filsafat dengan berbagai alirannya dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
6.      Filsafat dapat digunakan sebagai cara pandang dan alat analisis terhadap berbagai problema hidup
7.      Filsafat dapat membantu mempermudah menyelesaikan permasalahan hidup
8.      Dengan belajar filsafat diharapkan akan dapat menambah ilmu pengetahuan, karena dengan bertambahnya ilmu pengetahuan akan bertambah pula cakrawala pemikiran. Sehingga akan dapat membantu menyelesaikan masalah yang selalu kita hadapi dengan cara yang lebih bijaksana

Dalam filsafat ada tiga peran yang telah diperankannya itu, yaitu:
a.       Pendobrak
Berabad-abad lamanya intelektualitas manusia tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan. Dalam penjara itu, manusia terlena dalam alam mistik yang penuh sesak dengan hal-hal penuh sesak dengan hal-hal serba rahasia yang terungkap lewat berbagai mitos dan mite. manusia menerima begitu saja segala penuturan dongeng dan takhayul tanpa mempersoalkannya lebih lanjut.
b.      Pembebas
Filfasat bukan sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite itu, melainkan juga merenggut manusia keluar dari dalam penjara itu. Filsafat membebaskan manusia dari ketidaktahuan dan kebodohannya.
c.       Pembimbing
Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang mistis dan mitis dengan membimbing manusia untuk berfikir secara rasional. Filsafat membebaskan manusia dari cara berfikir yang picik dan dangkal dengan membimbing manusia untuk berfikir secara luas dan lebih mendalam, yakni berfikir secara universal sambil berupaya mencapai kebenaran dan menemukan esensi suatu permasalahan.














DAFTAR PUSTAKA

Jan Hendrik Rapar, Pengantar Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1996.
Asmoro Achmadi, Filsafat Umum, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003.
Masduki, Pengantar Filsafat: Pendekatan Sistematika dan Analitika, Pekanbaru: Suska Press, 2008.



[1]Masduki, Pengantar Filsafat: Pendekatan Sistematika dan Analitika, (Pekanbaru: Suska Press, 2008), hlm. 25
[2]Ibid., hlm 25
[3]Asmoro Achmadi, Filsafat Umum , (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), hlm. 18
[4]Jan Hendrik Rapar, Pengantar Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, 1996), hlm. 25 
[5]Ibid., hlm. 26
[6]Ibid., hlm. 26-27 

No comments:

Post a Comment