Tuesday, 24 December 2013

Makalah Sosiologi Pembangunan

Makalah Sosiologi Pembangunan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latarbelakang

            Kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan kemajuan teknologi. Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia melibatkan Negara-negara lain. Dalam banyak proyek pengembangan ilmu pengetahuan seperti penelitian-penelitian, beasiswa, dan institusi pendidikan, Negara-negara lain banyak terlibat baik dari segi pembiayaan maupun segi pengadaan fasilitas.
Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat yang modern.
            Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian modernisasi ?
2.      Sebutkan syarat-syarat modernisasi ?







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
           Mordanisasi merupakan suatu persoalan yang harus dihadapi masyarakat yang bersangkutan karena perosesnya meliputi bidang­­-bidang yang sangat luas,menyangkut proses disorganisasi, problema-problema lom sosial, konflik antarkelompok ,hambatan –hambatan terhadap perubahan, dan sebagainya.[1]
           Beberapa para ahli mendefenisikan modernisasi, yaitu:
a.       Widjojo Nitisastro, modernisasi adalah suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan politis.
b.       Soerjono Soekanto, modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu perencanaan yang biasanya dinamakan social planning
B.     Syarat-syarat suatu modernisasi adalah sebagai berikut:
a)      Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat. Hal ini menghendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dan baik.
b)      Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c)      Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Hal ini memerlukan penelitian yang kontinu agar data tidak tertinggal.
d)     Penciptaan iklim yang  favorable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. Hal ini harus dilakukan tahap demi tahap karena banyak sangkutpautnya dengan sistem kepercayaan masyarakat (delief system).
e)      Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.
f)       Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial(social planning) . Apabila itu tidak dilakukan, perencanaan akan terpengaruh oleh kekuatan-kekuatan dari kepentinga –kepentinga yang ingin mengubah perencanaan tersebut demi kepentingan suatu golongan kecil dalam masyarakat. [2]
C.    Ciri-ciri Manusia Modern
1)      Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk perubahan.
2)      Menyatakan pendapat atau opini mengenai lingkungan sendiri atau kejadian yang terjadi jauh diluar lingkungan serta dapat bersikap demokratis
3)      Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa lalu.
4)      Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
5)      Percaya diri.
6)      Perhitungan.
7)      Menghargai harkat hidup manusia lain.
8)      Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
9)      Menjunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah sesuai dengan prestasinya di masyarakat.
D.    Gejala-gejala Modernisasi
           Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang modernisasi kehidupan manusia berikut ini.
1)      Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
2)      Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya Negara yang lepas dari penjajahan, munculnya Negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya Negara-negara demokrasi, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia.
3)      Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk memproduksi barang. 
4)      Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat, seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi kelas (kelas menengah dan kelas atas).
E.     Konsep Modernisasi
           Menurut Wilbert Moore,konsep mordenisasi ialah suatu transformasi secara”menyeluruh” masyarakat tradisional atau masyarakat pramodern menjadi masyarakat yang corak teknologi serta organisasi sosialnya berkaitan seperti apa yang terdapat di negara-negara Dunia Barat yang maju-makmur dari segi ekonomi dan secara relatif stabil dari segi politik.[3]
           Peroses ini cendrung untuk mempengarui struktur sosial masyarakat teradisional yaitu:[4]
a.       Deferensiasi struktural berlaku pada saat unit-unit sosial yang khusus dan otonomi itu terbentuk.
b.      Suatu proses integrasi muncul dimana  struktur-struktur yang berbeda ini disatukan atas dasar yang baru.
                        Modernisasi dapat juga berpengaru pada beberapa golongan:
a.       Keluarga
keluarga dianggap sebagai suatu unik yang terkecil dalam masyarakat, dan sebagai salah satu sendi dasar dalam organisasi sosial.
b.      Struktur sosial
Dalam perubahan sosial terjadi perubahan dalam nilai-nilai sosial, norma,pola-pola tingkah laku,organisasi sosial,susunan lembaga kemasyarakatan, lapis sosial, dan sebagaiya.
c.       Struktur pribadi
Sosiolog melihat manusia dengan”organisasi perikemanusiaan”nya (human structure) sebagai sesuatu yang sedikit banyak ditenukan oleh struktur sosial suatu masyarakat.
F.     Tantangan Masa Depan
           Dampak modernisasi yang terjadi dalam masyarakat, tentu saja juga akan berpengaruh pada kita sebagai anggota masyarakat dan lebih luas sebagai bangsa Indonesia. Modernisasi merupakan tantangan bagi masa depan bangsa kita.
1.      Robertson mencatat bahwa sebenarnya apa yang kita pilih dari hal-hal yang bersifat global hanyalah apa-apa yang menyenangkan kita dan kemudian mengubahnya sehingga hal tersebut beradaptasi dan sesuai dengan budaya dan kebutuhan lokal.
2.      Kita dapat mencampur unsur-unsur global untuk menghasilkan penemuan baru dari hasil penggabungan itu misalnya, beberapa musik dunia mencampurkan beat tarian Barat dengan gaya tradisional dari Afrika Utara dan Asia.
3.      Komunikasi global berarti bahwa sekarang sulit bagi orang untuk tidak memikirkan dengan sungguh-sungguh kejadian-kejadian di dunia, semacam itu turut bertangung jawab terhadap peningkatan gerakan anti globalisasi terutama di kalangan anak muda.
4.      Pengetahuan kita tentang hal-hal global dapat meninggikan kesadaran dan kesetiaan kita terhadap hal-hal lokal.
5.      beberapa kelompok religius dan etnik berusaha mencegah terjadinya globalisasi.
G.    Dampak Modernisasi Di Indonesia
1.      Urbanisasi
Modernisasi melahirkan kembali industrialisasi dalam bentuk yang lebih maju dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari pekerjaan pertanian di desa ke pekerjaan industri di kota.[5]
Beberapa penyebab terjadinya urbanisasi adalah adanya daya tarik tertentu di kota seperti:
1)      Daya tarik ekonomi.
2)      Daya tarik sosial
3)      Daya tarik pendidikan
4)      Daya tarik budaya
                        Dengan adanya urbanisasi, penduduk kota semakin bertambah. Dengan begitu, timbullah permasalahan baru baik di kota maupun di desa, antara lain sebagai berikut.
1)      Semakin berkurangnya penduduk desa
2)      Banyak sawah yang terbengkalai
3)      Hasil panen menurun
4)      Tingkat kesejahteraan masyarakat menurun
5)      Muncul pengangguran di kota
6)      Kriminalitas dan perilaku menyimpang lainnya meningkat di kota.
2.      Kesenjangan Sosial Ekonomi.
           Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan ekonomi antara lain sebagai berikut;
1)      Menurunnya pendapatan per kapita 
2)      Ketidakmerataan pembangunan antardaerah
3)      Rendahnya mobilitas sosial
3.      Pencemaran Lingkungan Alam.
           Pencemaran lingkungan hidup memiliki andil yang besar terhadap rusaknya lingkungan, seperti tanah, udara, air, lingkungan tumbuh-tumbuhan, dan binatang. Keadaan demikian akan menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, erosi/abrasi pantai, hujan asam, polusi udara, dan pemanasan global.
4.      Kriminalitas
           Salah satu dampak modernisasi dan pembangunan adalah meningkatnya kriminalitas atau tindak kejahatan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pembangunan atau modernisasi yang dilakukan Negara sedang berkembang, seperti Indonesia ini seringkali memunculkan masalah-masalah sosial seperti berikut:
a.       Menipisnya rasa kekeluargaan
b.      Meningkatnya sikap individualistis
c.       Meningkatnya tingkat persaingan
d.      Meningkatnya pola hidup konsumtif.
5.      Lunturnya Eksistensi Jati Diri Bangsa.
           Globalisasi yang ditandai dengan semakin kaburnya sekat-sekat antarnegara tentu berdampak pada eksistensi jati diri bangsa itu sendiri. Kita ambil beberapa: contoh.
1)      Berkembangnya internet menyebabkan arus informasi dapat dinikmati oleh seluruh warga dunia dengan mudah tanpa dapat dikontrol oleh negaranya.
2)      Di bidang ekonomi, masuknya perusahaan-perusahaan multinasional telah mematikan perusahaan dan usaha-usaha masyarakat.
Apa yang ditampilkan di atas adalah sebagian kecil dari dampak globalisasi yang telah menggugat eksisteni Negara. Namun paling tidak, contoh-contoh di atas memperlihatkan bahwa di tengah kegemerlapan kemajuan yang ditawarkan globalisasi, hal itu juga melahirkan dan menyisakan berbagai kepedihan. Kesejahteraan bersama dan keadilan global yang ditawarkan globalisasi ternyata tidak sepenuhnya terwujud.
H.    Gejala Modernisasi Di Indonesia
a.       Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan selalu diikuti dengan kemajuan teknologi. Hal ini terbukti dengan banyaknya penemuan dalam bidang teknologi guna memenuhi kebutuhan hidup manusia dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.[6] Contohnya :
a)      Penemuan telepon sebagai alat telekomunikasi
b)      Penemuan alat transportasi
c)      Penemuan peralatan kantor .
Contoh-contoh diatas hanya sebagian kecil dari hasil kemajuan ilmu pengetahuan. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia melibatkan Negara-negara lain. Dalam banyak proyek pengembangan ilmu pengetahuan seperti penelitian-penelitian, beasiswa, dan institusi pendidikan, Negara-negara lain banyak terlibat baik dari segi pembiayaan maupun segi pengadaan fasilitas.
b.      Bidang Ekonomi
           Upaya-upaya agar kehidupan ekonomi dapat mendukung modernisasi antara lain adalah sebagai berikut.
a)      Mengembangkan persaingan
b)      Memberdayakan pengusaha kecil
c)      Mengembangkan hubungan kemitraan
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam modernisasi ekonomi adalah sebagai berikut.
a)      Meningkatnya taraf hidup.
b)      Terlepas dari ketergantungan terhadap orang lain.
c)      Peningkatan produksi barang-barang industri dan jasa
c.       Bidang Politik.
           Di Indonesia, modernisasi politik mengalami perkembangan pasang surut. Perkembangan itu dimulai dengan bentuk Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin, dan Demokrasi Pancasila. Keberhasilan pembangunan politik semakin memantapkan tatanan kehidupan politik dan kenegaraan yang berdasarkan demokrasi Pancasila, memantapkan perkembangan organisasi sosial kesadaran berpolitik rakyat. Namun, pendidikan politik pun harus lebih ditingkatkan agar rakyat makin sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara.
d.      Bidang Agama.
           Masyarakat Indonesia sering dikatakan sebagai masyarakat yang religius karena warga masyarakatnya hidup dengan berpedoman pada kaidah-kaidah agama yang dijamin dan dikuatkan dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 (Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya). Sebagai masyarakat yang religius, modernisasi dalam kehidupan beragama sangat perlu. Modernisasi itu mencakup modernisasi secara fisik dan non-fisik, sehingga akan terdapat keseimbangan dalam membangun kehidupan di dunia dan di akhirat.
















BAB III
PENUTUP

Simpulan
            Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern. Modernisasi dapat terwujud apabila masyarakatnya memiliki individu yang mempunyai sikap modern.
            Syarat-syarat suatu modernisasi adalah sebagai berikut:
a.       Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat. Hal ini menghendaki suatu sistem pendidikan dan pengajaran yang terencana dan baik.
b.      Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
c.       Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dan terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu. Hal ini memerlukan penelitian yang kontinu agar data tidak tertinggal.
d.      Penciptaan iklim yang  favorable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat-alat komunikasi massa. Hal ini harus dilakukan tahap demi tahap karena banyak sangkutpautnya dengan sistem kepercayaan masyarakat (delief system).
e.       Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di lain pihak berarti pengurangan kemerdekaan.Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial(social planning)









DAFTAR PUSTAKA

Shadily, Hasan. 1963. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta, PT. Pembangunan
Nurman Long,SosiologiPembangunan Pedesaan, (Jakarta: PT.BINA AKSARA,1987)
B. Simandjuntak, Sosiologi Pembangunan, (Bandung: Tarsito, 1986)
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar,(Jakarta: Rajawali Pers, 2012),





                [1]Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar,(Jakarta: Rajawali Pers, 2012),hal. 304
                [2]Ibid., hal. 306
                [3] Nurman Long,SosiologiPembangunan Pedesaan, (Jakarta: PT.BINA AKSARA,1987),Hal. 12
                [4] B. Simandjuntak, Sosiologi Pembangunan, (Bandung: Tarsito, 1986), hal. 67-68
                [5] http://www.anakciremai.com/2010/06/makalah-modernisasi-dan-globalisasi.html (Akses: tgl 27,11,2013)
                [6] Shadily, Hasan, Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. (Jakarta: PT. Pembangunan, 1963), hal.  15

No comments:

Post a Comment